Selasa, 11 April 2023

Kumpul dan rame-rame bikin pecel, ingat bahanya teman-teman?

 



Halo, selamat datang di blog saya yang sederhana ini. Kali ini saya mau berbagi pengalaman saya tentang rame-rame bikin pecel saat kumpul dengan teman. Apa sih pecel itu? Bagi yang belum tahu, pecel adalah salah satu makanan khas Jawa yang terdiri dari sayur-sayuran rebus yang disiram dengan bumbu kacang. Pecel biasanya dimakan dengan nasi hangat, lontong, atau ketupat. Rasanya gurih dan pedas, cocok untuk menghangatkan perut di pagi hari.


Nah, ceritanya kemarin saya dan teman-teman saya yang sudah lama tidak bertemu sepakat untuk kumpul di rumah salah satu teman kami. Kami berencana untuk bikin pecel bersama-sama sebagai menu sarapan. Kami pikir ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menghemat biaya. Selain itu, kami juga bisa mengobrol sambil memasak dan menikmati hasil karya kami sendiri.


Kami pun membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk bikin pecel, seperti sayur-sayuran (bayam, kangkung, kacang panjang, tauge, kol), bumbu kacang (kacang tanah, cabai, gula merah, garam, air asam jawa), dan pelengkap (kerupuk, bawang goreng, emping). Kami juga membeli nasi dan lontong yang sudah jadi agar lebih praktis.


Setelah semua bahan terkumpul, kami mulai memasak. Kami membagi tugas sesuai dengan kemampuan kami masing-masing. Ada yang mencuci sayur-sayuran, ada yang merebusnya, ada yang menggoreng kacang tanah dan cabai, ada yang mengulek bumbu kacang, dan ada yang menyiapkan piring dan sendok. Kami bekerja sama dengan baik dan saling membantu. Kami juga bercanda dan tertawa sambil memasak. Suasana sangat riang dan harmonis.


Setelah sekitar setengah jam, pecel kami pun siap disajikan. Kami mengambil piring dan sendok masing-masing dan mengambil nasi atau lontong sesuai selera. Kami juga mengambil sayur-sayuran rebus dan menyiramnya dengan bumbu kacang secukupnya. Kami menambahkan kerupuk, bawang goreng, dan emping sebagai pelengkap. Pecel kami terlihat sangat lezat dan menggugah selera.


Kami pun menyantap pecel kami dengan lahap. Kami puas dengan rasa pecel kami yang gurih dan pedas. Kami juga senang bisa makan bersama-sama dengan teman-teman kami yang sudah lama tidak bertemu. Kami bercerita tentang kehidupan kami masing-masing, tentang pekerjaan, keluarga, hobi, cita-cita, dan hal-hal lainnya. Kami saling mendengarkan dan memberikan dukungan. Kami merasa dekat dan akrab.


Namun, tidak lama setelah kami selesai makan, kami mulai merasakan sesuatu yang aneh di perut kami. Kami merasa mual dan mulas. Kami juga merasa haus dan berkeringat dingin. Kami curiga ada sesuatu yang salah dengan pecel kami. Apakah bumbunya terlalu pedas? Apakah sayurnya kurang matang? Apakah kacangnya basi? Apakah airnya kotor? Kami tidak tahu pasti.


Kami pun berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut kami. Kami bergantian masuk ke kamar mandi karena hanya ada satu di rumah teman kami itu. Kami muntah-muntah sampai tidak ada apa-apa lagi di perut kami. Kami merasa sangat sakit dan lemas. Kami menyesal telah bikin pecel bersama-sama.

Setelah kami semua keluar dari kamar mandi, kami memutuskan untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Kami berpamitan dengan teman kami yang rumahnya menjadi tempat kumpul kami. Kami minta maaf atas kejadian yang demikian tak terduga.

Minggu, 19 Februari 2023

Tinggal Cemplung

Menjelang sore

Tampak wajah gembira

Wanita paruh baya

Sambil bersandar memanja

dipunggung suaminya

usai pulang berjuang...

keras demi cinta...

Ia....

Sedang mengamati 

Bidadari kecilnya mendekat 

Wajahnya tampak sekali 

Dipenuhi besarnya hasrat

Ingin mencoba melakukan 

Sebagaimana biasanya bunda

Bisa membuat aneka menu kesukaan 

Dimengerti olehnya untuk menggenapi 

Rasa ingin tahunya yang tak terbendung

Direka nyala kecil buanya mencoba 

Semudah bunda siapkan baginya 

tinggal cemplung selayak ahli 

Tanpa harus banyak meramu rempah 

Hingga wajahnya semringah 

Melebarkan layar lebar senyumnya

Wow menjadi wah dengan puasnya wajah 

Bunda mengulum senyumnya menanggapi gairah  yang buah hati memberi goda suasana menyela harapan ada kesempatan baringnya mengusir lelah...

Melihat Wajahmu