Rabu, 26 Juni 2024

jenang ekspreso: Obral Jajanan

jenang ekspreso: Obral Jajanan: Orang -orang banyak berlalu -lalang  Punya keinginan menemukan sesuatu  Memilih dengan mencari di keramaian  Yang terbaik dan menggugah sele...

Jumat, 21 Juni 2024

Tulangan Hingga ke Pisang

jenang ekspreso: Tulang: Ia datang pada cerahnya sore... Ketika masih terasa hangatnya mentari Menyisir kelembutan pasir pantai nan asri Niat tiada lain selain mengh...

Keajaiban Dapur

  Tempat Bertemunya Rasa

Tempat Bertemunya Rasa

Di hamparan waktu yang tak bertepi, dari _pagi buta yang malu-malu menyingsing_ hingga _penghujung senja yang merona jingga_, terdapat sebuah ruang tak kasat mata, sebuah dimensi di mana segala emosi manusia menemukan muaranya. Ruang ini, yang seringkali tersembunyi di balik hiruk pikuk kehidupan sehari-hari, adalah _tempat bertemunya rasa_. Ia bukanlah sebuah lokasi fisik yang dapat ditunjuk dengan jari, melainkan sebuah kesadaran kolektif, sebuah simfoni bisu yang bergema di relung hati setiap insan.

Di sinilah _ketiadaan yang menjadi pusat_, ironisnya, menjadi fondasi bagi segala sesuatu yang ada. Ketiadaan akan kepastian, ketiadaan akan jawaban yang gamblang, justru membuka celah bagi hadirnya berbagai spektrum perasaan. _Titik berjubalnya penjuru cemoohan_, tempat segala prasangka dan penilaian beradu, secara tak terduga justru _mengembuskan terbaiknya jawaban_. Karena dari rongga-rongga keraguan itulah, keberanian untuk mencari, untuk memahami, dan untuk merasakan, mulai tumbuh subur.

Terkadang, rasa itu begitu _mungil untuk dapat dijadikan_ pijakan kokoh, namun mampu menjadi _berletaknya jerit pekik kebanggaan_ yang menggema. Ia bisa terasa _jauh dari jangkauan mata_, sebuah angan yang sulit digapai, namun ketika ia hadir, ia mampu _untuk dapat menerima puja_ dan pengakuan tulus. Prosesnya seringkali tidak instan; ia membutuhkan waktu untuk _keluar dengan mulus mengalirkan_ esensinya. _Maksud hati tulus, didengar jelas kepala sembunyi laksana bulus!_, sebuah metafora yang indah untuk menggambarkan bagaimana kejujuran batin, meskipun tersembunyi, pada akhirnya akan menemukan jalannya untuk dipahami.

Ada kalanya, rasa hadir dalam bentuk _nyanyian halus yang murni dan hangat_, sebuah melodi yang menenangkan jiwa. Di lain waktu, ia datang dengan _aroma kelengkapan menusukkan_, mengisi kekosongan yang tak terduga, _bagai tiada tanding memaparkan_ keindahan yang tak terperi, _kedatangan penguasa terenduskan..._. Penguasa di sini bukanlah sosok yang menindas, melainkan sebuah kekuatan emosi yang tak terbantahkan, yang datang dan mengambil alih kesadaran, membiarkan kita larut di dalamnya.

Proses internalisasi rasa ini seringkali seperti _mendekati titik didih_. _Bebatuan yang mengelilingi terasa punya pancaran_, seolah ikut merasakan intensitas emosi yang sedang bergejolak. _Tanpa warna kemerahan yang diragukan_, kehangatan itu bukan berasal dari api fisik, melainkan dari gairah jiwa yang membara. _Suhu selalu bicara dengan caranya_; terkadang ia berbisik lembut, terkadang ia menderu kencang. _Kadang tiada perlu didengarkan_, karena esensinya telah meresap ke dalam diri, mengubah cara pandang dan merasakan.

Penting untuk diingat, _baginya tidak selalu sama_. Apa yang dirasakan oleh satu jiwa, belum tentu sama dengan apa yang dirasakan oleh jiwa lainnya. _Buatmu kala menunggu waktu_, mungkin ada penantian yang penuh harap. _Kencan bukan semata kekancan_, melainkan sebuah pertemuan jiwa yang lebih dalam. Di sinilah pertanyaan muncul: _kemana perginya pengertianmu sesungguhnya_? Apakah kita mampu melampaui permukaan dan menyelami kedalaman emosi yang tersembunyi?

Perjalanan rasa ini seringkali _diharuskan atau tidak tanpa terasa_, mengalir begitu saja, _mengiring arus yang menyatakan_ kebenaran yang paling hakiki. _Aslinya laku yang membuahi arti_, artinya, tindakan dan pengalamanlah yang memberikan makna pada setiap rasa yang kita alami. Dan pada akhirnya, semua itu berpulang kepada diri sendiri, _dari engkau sendiri yang telah menerima pesan penuh arti_. Karena tempat bertemunya rasa, sejatinya, adalah di dalam diri kita, tempat di mana setiap pengalaman diolah menjadi kebijaksanaan, dan setiap emosi menjadi guru yang tak ternilai.

🎨 Sebuah kanvas jiwa yang tak pernah berhenti dilukis oleh setiap detak jantung.
 

Jumat, 14 Juni 2024

Jangan Tergesa-gesa

...
Untuk membuat menjadi lebih...
Lebih lunak, enak dan empuk 
Hingga pas kenyal atau gemburnya
Penting untuk semakin memahami 
Menyelaraskan lama pengolahan 
Juga mengatur besarnya pemanas 
Dengan atau tanpa pengukurnya 
Karena pengenalan akan bahan standar yang telah lama digunakan.

Andai tidak suka dengan mendengar kata sabar,
Setidaknya mulai mencoba 
Dengan tidak tergesa-gesa.



Melihat Wajahmu