Senin, 02 Desember 2019
Mabuk Asmara
Kue-kue kering
Teman malam mengisi waktu
Di hadapan seru babak
Yang ditunggu hasil membangga
Ruang dingin bersisi taman
Semilir dingin angin alam
Menyapa lembut
Seperti kabar kemenangan
Seperti pelukan tanpa suara
Teringat
Chat terakhirmu
Rindu melilit hati
Membuat dawai bergetar
Senandung asmara mengalun
Menghidupi seperti nyata
Angan melayang mabuk kepayang
Ingin ada...
Engkau disini bersama
Melewati senja kita bersama
Tanpa Buku Dipegang
Pada bagian terkecil
Boleh kunamai demikian
Kurasa tanpa membuat beda
Cara yang kupilih untuk membaca
Lalu mengerjakan bersama yang lain
Apa yang diminta pada semua
Bukan tentang eBook dan sejenisnya
Buku kebanggaanya berlebel dirinya
Sang beken ternama pada bidang ilmunya
Ya..
Benar adanya
Tanganku tak menyentuh
Matanya mengarah bagai bertanya
Mengapa...
Kubiarkan saja tanpa berlogika
Juga mengali-gali kesinisan wajahnya
Kiri posisi bukunya masih kujangkau baca
Kuletak ia disana tanpa jamahan agar aman
dari sisa tumpahan tinta yang sedang dikeringkan.....
Sedikit menggeleng dibuatnya
Hanya karena beda cara ini membaca bukunya.....
Langganan:
Postingan (Atom)
-
@da senyumm Wajah yang pernah muncul di bulan awal pada update statusmu, sebagai sosok yang sudah dikenali, dua wajah belang ada oleh sisi ...
-
Sudah umum jadi menu Keseharian orang bicara Dengan banyak kata-kata Mulai dari yang pelan dan biasa Hingga yang keras bahkan teriak...
-
Laku dijual Dibanyak tempat Dengan paduan Aneka menu masakan Yang gurih, yang manis Yang asin dan yang pedas Sambal kering, tumis, ...


